Ekonomi dan Bisnis, Nasional

Megaproyek Senilai Rp 1,2 Triliun di Hambalang Dipastikan Akan Dilanjutkan

hambalang
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau lokasi proyek P3SON di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (4/9/2016).

JurnalIndonesia.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang mangkrak di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono diastikan akan dilanjutkan kembali.

Proyek ini terhenti pembangunannya sejak 2012 silan karena adanya kejanggalan yang ditemukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proyek tersebut, selain itu juga akibat kontur tanah yang rawan longsor.

“Wah iya dong (dilanjutkan), masa sudah keluar Rp 1 triliun hilang,” ujar Kalla saat meninjau proyek P3SON di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (4/9/2016).

Megaproyek ini bernilai total Rp 1,2 triliun. Berdasarkan hasil audit teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proyek Hambalang sangat mungkin dilanjutkan. Pembangunan akan dilanjutkan oleh Kementerian PU.

(Baca: Jokowi Putuskan Proyek Hambalang Dilanjutkan)

Menurut Kalla, kontur tanah masih dianggap layak untuk didirikan bangunan. Hanya saja sejumlah bangunan perlu dilebur agar tidak terlalu membebani tanah.

“Sudah ada audit dari PU, memungkinkan untuk dilanjutkan dengan syarat diturunkan semua bangunannya satu tingkat,” kata Kalla.

proyek hambalang

Presiden Joko Widodo meninjau langsung proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3/2016). Jokowi datang dengan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono. (Foto: Kompas)

Meski demikian, Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto saat ditemui terpisah mengatakan, kemungkinan proyek Hambalang tidak dilanjutkan tahun ini. Pasalnya, pemerintah masih akan menaksir anggaran untuk merombak proyek tersebut dan disesuaikan dengan kondisi tanah.

Selain itu, masih ada perbedaan persentase penyelesaian yang diukur oleh pihak pelaksana proyek dengan konsultan internal Kemenpora. (Baca: Terkait Nasib Bangkai Proyek Hambalang, Ini 3 Instruksi Jokowi untuk Menteri PUPR)

“Usai menentukan tingkat penyelesaian yang dapat dipercaya, kemudian kami tentukan berapa kebutuhan anggaran untuk melanjutkan Hambalang,” kata Gatot.

Proyek Hambalang Akan Dijadikan Institut Olahraga hingga Tempat Pelatnas

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, kemungkinan bangunan yang kini terbengkalai itu akan dibangun menjadi institut ilmu olahraga dan tempat pelatihan nasional bagi atlet.

“Tempat ini harus difungsikan sebagai tempat pendidikan baik pelatih, guru, ataupun untuk persiapan atlet junior dan senior. Akan dilihat sejauh mana tempat ini difungsikan,” kata Imam saat meninjau proyek P3SON di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (4/9/2016).

Imam menyebut, ada sejumlah opsi yang masih dipertimbangkan. Bisa saja bangunan yang ada akan dijadikan fakultas ilmu olahraga di bawah naungan Universitas Negeri Jakarta.

Jika memungkinkan, akan dibangun berbagai fasilitas yang memperkuat “olympic center“.

“Kalau kata pemerintah nanti harus jadi institusi ilmu keolahragaan di bawah UNJ maka liat nanti koordinasi Menpora ke Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi,” ujar Imam.

Semua infrastruktur itu nantinya akan dibangun oleh Kementerian PUPR sebagai pihak yang melakukan audit.

Presiden Joko Widodo meninjau langsung proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3/2016). Jokowi datang dengan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono. (Foto: Kompas)

Presiden Joko Widodo meninjau langsung proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3/2016). Jokowi datang dengan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono. (Foto: Kompas)

Saat ini, Kemenpora bersama Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan tengah melakukan audit untuk memperkirakan dana yang dikeluarkan untuk megaproyek tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pentingnya ada sekolah khusus untuk guru olahraga. Pasalnya, guru olahraga yang mampu melihat potensi anak didiknya untuk menjadi bibit atlet.

Presiden Joko Widodo, kata Kalla, juga setuju dengan kebutuhan itu.

“Oleh karena itu lagi dikonsepkan untuk menjadi ini salah satu bagian daru sekolah guru olahraga dalam bentuk fakultas sehingga bisa melatih sekalian,” kata Kalla.

“Sehingga guru olahraga tidak belajar di papan tulis, tapi di lapangan. Guru olahraga tidak teoritis, itu konsepnya,” lanjut dia.

Hambalang tak layak huni

Menurut hasil penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan, daerah Hambalang, tidak layak huni.

Pasalnya, daerah itu rawan terjadi pergeseran tanah atau tanah longsor.

Hal itu diungkap Surono, Kepala PVMBG Kementerian ESDM, saat memaparkan hasil penelitian di Panitia Kerja Proyek Hambalang Komisi X DPR di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2012).

Surono menjelaskan, pergerakan tanah di daerah Hambalang pernah terjadi tahun 2002. Ketika itu, pergerakan tanah terjadi di bawah 70 rumah. Hasil penelitian, daerah itu tidak mungkin dibangun permukiman lantaran dipenuhi batuan keras sehingga sangat mahal untuk membangun konstruksi bangunan.

“Daerah itu juga dengan batuan dasar lempung sehingga tidak mungkin tersedia air tanah. Jadi, tidak memungkinkan suatu kehidupan. Karena itu, tahun 2002 kami nyatakan daerah itu tidak layak huni,” kata Surono.

Diberitakan sebelumnya, setelah melakukan kunjungan ke proyek Hambalang Maret 2016 lalu, Presiden Joko Widodo menekankan, pemerintah ingin menyelamatkan proyek Hambalang yang terhenti pembangunannya karena merupakan aset negara.

Ada tahap-tahap yang akan dilakukan demi upaya penyelamatan aset itu.

(Baca: Jokowi Tinjau Proyek Hambalang yang Mangkrak, Jokowi Mengaku Sedih)

Pertama, Presiden memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengkaji topografi dan bangunan apakah layak untuk diteruskan pembangunannya atau dialihfungsikan.

Kedua, Presiden akan meminta BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk mengaudit secara menyeluruh proyek Hambalang itu.

Ketiga, Presiden juga akan berkoordinasi dengan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dari sisi hukum.

Proyek Hambalang

Presiden Joko Widodo meninjau langsung proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3/2016). Jokowi datang dengan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono. (Foto: Kompas)

Komentar Facebook

You Might Also Like