Mancanegara, Politik

Targetkan Anak-anak, ISIS Pasang Bom di Boneka Beruang dan Truk Mainan

Jurnalindonesia.id, mancanegara – Bom rakitan yang dipasang pada boneka beruang dan truk mainan ditemukan di Mosul, Irak. Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) disinyalir sengaja menargetkan anak-anak dengan menggunakan mainan-mainan yang terlihat tidak berbahaya itu sebagai senjata mematikan.

Seperti dilansir media Inggris, Daily Mail, Senin (31/10/2016), peledak rakitan atau IED itu dipamerkan di pusat pelatihan untuk pakar penjinak bom lokal di Irak. Sementara 40 ribu tentara Irak bersama anggota milisi lokal berusaha mengepung Mosul demi memotong akses ISIS ke luar.

“Kenapa ISIS menggunakan benda yang baik semacam ini, seperti (boneka) beruang atau kelinci?” ucap Kolonel Nawzad Kamil Hassan yang merupakan insinyur pada pasukan Kurdi di Irak.

Baca juga: Irak Sebut Lebih dari 700 Militan ISIS Tewas dalam Operasi Merebut Mosul

“Mereka (ISIS-red) menggunakan mainan semacam ini karena mereka tahu pershmerga (pasukan Kurdi) tidak akan menyentuhnya, kecuali anak-anak,” imbuhnya.

“Mereka (ISIS-red) bahkan bukan binatang. Mereka lebih buruk dari binatang,” sebut Kamil Hassan.

Unit pasukan yang dipimpin Kamil Hassan diklaim berhasil ‘membersihkan’ 50 ton peledak dalam dua tahun terakhir dari area-area yang sebelumnya dikuasai ISIS, termasuk lima ton peledak dari sebuah sekolah di kota Sinjar. Kota yang terletak di sebelah barat Mosul itu, dikuasai ISIS sejak Juni 2014.

Peledak rakitan yang ditemukan termasuk detonator yang dipasang pada permainan kartu, jam tangan dan pipa udara. Bom-bom rakitan itu sengaja disebar untuk memperlambat laju pasukan pemerintah Irak dan pasukan Kurdi dalam menyerbu Mosul.

Operasi merebut Mosul yang dilancarkan pasukan pemerintah Irak dengan dibangun pasukan Kurdi setempat dimulai sejak 17 Oktober lalu. Koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan via udara dan juga darat.

Militer AS memperkirakan ada sekitar 5 ribu militan ISIS di kota Mosul, sedangkan sekitar 1.500-2.500 militan lainnya berada di pos-pos pertahanan di sekitar kota tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 militan di antaranya diyakini merupakan warga negara asing.

Komentar Facebook

You Might Also Like