Nasional

Soal Kasus Dugaan Penistaan Pancasila, Rizieq Minta Sukmawati Cabut Laporan dan Minta Maaf

Habib Rizieq Shihab mendatangi gedung Nusantara III, Komplek Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017). (Foto: Sopian/Harian Terbit)

Jurnalindonesia.id – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq meminta Sukmawati Soekarnoputri untuk mencabut laporannya ke polisi soal tudingan penodaan Pancasila.

Hari ini, Kamis (12/1/2017) Rizieq Shihab memenuhi panggilan kedua dari Polda Jawa Barat. Rizieq diperiksa di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Dalam kesempatan itu, Rizieq menuding Sukmawati telah salah mempersepsikan video ceramah berdurasi dua menit yang dijadikan alat bukti dalam laporan. Menurut dia, ceramah tersebut berdurasi dua jam.

“Rekaman video yang diperlihatkan polisi cuma dua menit sekian, padahal saya ceramah selama dua jam lebih. Rekamannya sudah diedit dan sulit dipertanggungjawabkan. Karena ceramah ilmiah dua jam dipotong menjadi menit, justru saya balik bertanya, Sukmawati ada niat apa?” tuturnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengimbau Sukmawati untuk minta maaf.

“Makanya saya kasih tahu sekarang lebih baik Sukmawati mencabut laporan dan minta maaf, kami maafkan, selesai, kita tidak perkarakan,” kata Rizieq.

Soal ceramah Rizieq yang dipersoalkan tersebut, saat itu Rizieq berbicara tentang sejarah Pancasila sebagai dasar negara yang merupakan bagian dari tesisnya.

“Ceramah itu kan pemaparan tesis. Jangan lupa, jangan-jangan karena yang bersangkutan enggak tahu kalau saya punya tesis. Dia pikir kyai ini enggak ngerti Pancasila. Dia pikir habib ini enggak ada yg kuliah. Dia pikir habib ini enggak ada yang bisa bikin tesis,” kata Habib Rizieq.

“Tapi kalau yang bersangkutan mau mengkriminalisasi daripada tesis ilmiah, ya kita akan lapor balik. Jadi kembali kepada Sukmawatinya,” tandas Habib Rizieq.

 

Komentar Facebook

You Might Also Like