Nasional, Politik

Setelah Ahok Ditahan, GNPF-MUI Ajak Pendukung Ahok Rekonsiliasi

GNPF-MUI
Delegasi GNPF-MUI saat konpers di Kantor MUI Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Jum'at (3/2). (Foto: Fandi Permana/JPNN.com)

Jurnalindonesia.id – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir mengapresiasi keputusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis penjara dua tahun untuk terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bachtiar berharap, selanjutnya kedua belah pihak, pendukung maupun anti-Ahok, mau melakukan rekonsiliasi dan saling memaafkan.

Hal tersebut Bachtiar ungkapkan dalam konferensi pers GNPF-MUI di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Mei 2017.

“Kami berucap syukur kepada Allah terhadap apapun keputusannya dengan semua dinamika yang terjadi. Ini adalah ketetapan Tuhan,” ujar Bachtiar.

Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir

Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir

Bachtiar mengaku, dalam perjalanannya melakukan aksi mengawal proses hukum terhadap Ahok, GNPF-MUI selalu menjaga agar tetap berada dalam koridor hukum. Hal itu demi menjaga marwah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menjaga perdamaian dan mencegah anarkisme, menurut Bachtiar, merupakan prioritas GNPF-MUI.

“Tujuan kami sejak awal adalah menjaga supremasi hukum. Sejak aksi 5 Mei atau aksi 55, selain kerap mendapat serangan dari luar, dari internal kami juga banyak kritikan,” kata Bachtiar.

Selain itu Bachtiar juga menuturkan, pihaknya sudah mengimbau sejak jauh-jauh hari kepada massa yang turun dalam setiap aksi untuk selalu menyerahkan apapun putusan hakim terhadap Ahok. GNPF-MUI, Menurut Bachtiar, akan tetap mendukung independensi hakim, termasuk dalam menangani pengajuan banding hingga kasasi dari terdakwa dan kuasa hukumnya.

“Semua keputusan kami serahkan kepada majelis hakim yang terhormat,” ujar Bachtiar.

Dalam kesempatan itu, Bachtiar juga mengapresiasi kehadiran para ulama dalam setiap aksi pengawalan kasus ini. Selanjutnya ia berharap semua pihak bisa mengambil hikmah serta bersikap bijaksana demi menjaga persatuan bangsa.

Bachtiar menutup konferensi pers dengan imbauan untuk memulai rekonsiliasi dan saling memaafkan.

“Rekonsiliasi setelah ini harus dijalankan. Hentikan semua pertikaian, harus bisa memaafkan,” tutur Bachtiar.

Meski demikian, Bachtiar mengatakan tidak tertutup kemungkinan massa GNPF MUI akan kembali melakukan aksi jika penangguhan penahanan terhadap Ahok dikabulkan.

“Jika penangguhan penahanan Bapak Ahok dikabulkan maka tim hukum GNPF MUI akan berkumpul lagi sebagai bentuk pengawalan. Kami mengawal agar proses itu berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.

 

Artikel Lain