Nasional

Novel FPI Bilang Terlahir dengan Nama Habib, Benarkah?

Novel Chaidir Hasan Bamukmin
Novel Chaidir Hasan Bamukmin atau yang akrab disapa Habib Novel.

Jurnalindonesia.id – Organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW, Rabithah Alawiyah menegaskan Novel Chaidir Hasan Bamukmin bukanlah seorang habib. Habib sendiri diartikan sebagai keturunan Rasulullah SAW. “Novel Bamukmin itu bukan sayyid apalagi habib,” kata Sayyid Zen Umar bin Smith, pada Oktober 2014.

Novel yang merupakan Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta itu mengaku sudah melihat pemberitaan tersebut. Dirinya pun tak mempermasalahkan pernyataan dari pihak Rabithah Alawiyah.

“Masalah itu bukan kapasitas saya. Yang jelas saya terlahir dengan nama Habib,” ucap Novel kepada Liputan6.com, Rabu (4/1/2017).

Dia mengaku, nama lengkap dirinya adalah Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin. “Terlepas dari benar atau tidak (keturunan langsung Nabi Muhammad SAW), itu bukan kapasitas saya,” ujar Novel.

Dia juga mengaku heran masyarakat mempertanyakan perihal nama Habib yang sudah menempel di dalam dirinya. “Di sidang Ahok juga enggak ada permasalahan nasab (keturunan),” kata Novel.

Lagipula, selama ini dirinya tak pernah memberi pernyataan terkait dirinya adalah keturunan langsung Nabi Muhammad SAW.

“Saya nggak pernah menyatakan itu. Sekarang saya nggak mau menanggapi. Saya enggak mau berkutat selain dari kasus Ahok,” Novel menegaskan.

Dengan banyaknya pemberitaan dirinya di luar kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Novel merasa kini dirinya tengah mendapat serangan. Termasuk pemberitaan soal Fitsa Hats.

“Saya merasa diserang dengan kasus pribadi. Saya hanya mau dipertanyakan tentang kasus Ahok saja,” Novel menandaskan.

Latar Belakang ‘Novel FPI’

Nama Novel mencuat saat menjadi dalang demo Front Pembela Islam (FPI) yang berakhir rusuh pada Oktober 2014. Ia sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi saat itu.

Sebelumnya, ia punya riwayat pekerjaan di gerai Pizza Hut selama empat tahun (1992-1995). Keluar dari Pizza Hut, Novel Bamukmin bekerja di PT Multi Laras Harapan Abadi yang bergerak di bidang jasa pengiriman ekspor dan impor, sampai tahun 2006.

Catatan masa kecilnya, lulus SD 05 Pagi Karet Tengsin, Jakarta Pusat di tahun 1985, melanjutkan ke SMP PGRI 17 Petamburan, Jakarta Pusat, lulus 1988. Ia juga tercatat pernah menempuh bangku kuliah di Politeknik D3 Trisula Rawa Bunga, Jakarta, lulus tahun 1995.

Ketika bergabung dengan FPI pada 2006, ia mengaku dan mencatatkan diri sebagai Habib Novel.

Tahun 2014 ia dijebloskan ke penjara selama tujuh bulan, karena memimpin aksi penolakan Ahok sebagai Gubernur DKI yang menggantikan Jokowi. Penolakannya karena mengidentifikasi Ahok sebagai orang kafir yang tidak layak memimpin umat Islam di DKI Jakarta. Novel juga tegas menyatakan anti Barat, padahal pernah kerja di restoran cepat saji Eropa Pizza Hut selama empat tahun.

Identitas lainnya adalah Novel Chaidir Hasan Bamukmin merupakan kelahiran Jakarta, 15 Desember 1972, sesuai KTP-nya beralamat di Jalan Pejaten Barat II/32 RT 015/008, Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Di dalam KTP ataupun identitas legal kependudukan lainnya tidak tercantum Habib sebagai nama sebagaimana yang ia nyatakan di atas bahwa ia terlahir dengan nama Habib. Ia memakai nama Habib sejak menjadi anggota FPI pada 2006.

 

Komentar Facebook

You Might Also Like