Nasional, Politik

Jelang Ahok Dipenjara, Haji Lulung Mimpi Bertemu Allah SWT

Lulung Lunggana
Lulung Lunggana

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana mengaku mengalami perjalanan spiritual lewat alam mimpi. Sontak, pernyataan tersebut membuat heboh netizen.

Pria yang akrab disapa Haji Lulung itu bercerita, usai mengikuti aksi 5 Mei lalu, ia mendapat mimpi mengenai sidang vonis terdakwa kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

“Jadi, dalam mimpi itu, hati (arwah) saya pergi menghadap Allah SWT ke langit tujuh. Kepada Allah, saya ajukan pertanyaan; ‘Ya Allah, apa sebenarnya hukuman yang tepat buat seorang penista Agama?’, kemudian Allah memberikan sebuah palu kepada saya, dan bilang; ‘dia harus dihukum penjara,” kata Lulung mengisahkan, Sabtu (6/5) petang, dikutip Jawa Pos.

Setelah menerima palu tersebut, Lulung terbangun dari tidurnya. Dia pun mengaku kaget mendapatkan dengan fenomena tersebut.

“Jadi, begitu palu itu saya terima, saya langsung terbangun. Subhanallah, saya berdoa semoga ini menjadi petanda baik bagi keadilan di Indonesia,” ucap Lulung.

Baca juga: Apresiasi Hakim, Warga Pulau Seribu Beri Palu Raksasa ke PN Jakarta Utara

Kemudian, Ketua DPW PPP DKI ini mengajak masyarakat untuk percaya dan menyerahkan semuanya pada hukum yang berlaku. Sebab, menurutnya, proses peradilan tidak boleh diintervensi oleh siapapun.

“Sampai saat ini, saya masih yakin dan percaya bahwa sebagai wakil tuhan di bumi, majelis hakim kita akan tegak lurus menegakkan kebenaran dan keadilan. Sehingga segala bentuk intervensi akan percuma sia-sia, dengan catatan hakim transparan, jujur dan adil,” ucap Lulung.

Selain itu, Lulung juga optimis bahwa majelis hakim yang menangani kasus Ahok tidak akan mengabaikan rentetan Aksi Bela Islam, dari mulai aksi 411, 212 hingga yang terakhir Aksi 55.

Aksi-aksi tersebut, menurut Lulung, adalah pembuktian betapa masyarakat Indonesia sangat mencintai NKRI dengan semua sistem kenegaraan yang berlaku.

“Jutaan rakyat beberapa kali berkumpul di satu titik. Mereka menyampaikan aspirasi dengan baik menunjukkan akhlaqul karimah, tidak ada anarkis. Rumput pun tak ada yang diinjak, ini sungguh sangat menakjubkan” ujar Lulung.

Baca juga: Haji Lulung Bongkar Pengalamannya Memobilisasi Massa

Selanjutnya, Lulung pun mengatakan, sepanjang sejarah penegakan hukum di Indonesia, setiap tersangka kasus penista agama selalu berakhir di penjara.

Oleh sebab itu, menurut dia, bukan rahasia lagi, jika seorang yang terjerat kasus penista agama yang diseret ke meja hijau seluruhnya divonis penjara atau dihukum berat.

“Nah, jika yang sekarang ini tidak dipenjara, maka Ahok akan menjadi satu-satunya makhluk di planet bumi Indonesia yang lolos dari terpidana,” pungkas Lulung.

 

Artikel Lain