Kriminal

Gus Joy Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan Tanah Wakaf

Gus Joy

Jurnalindonesia.id – Gus Joy Setiawan, salah satu saksi dalam kasus penistaan agama atas terdakwa Basuki T Purnama (ahok), akan dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan tanah wakaf. Pihak pelapor adalah seorang pria bernama Kanjeng Norman. Gus Joy dituduh melakukan penipuan terkait pemberian tanah wakaf seluas 1.000 meter persegi untuk pembangunan masjid di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Hari ini laporan pengaduan belum (dibuat) karena ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Kami masih diminta syarat lain. Tidak lama lagi akan kami penuhi dan kami laporkan,” ujar pengacara Norman, C Suhadi, di kantor Bareskrim Polri, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017) sebagaimana dikutip Kompas.

Dengan didampingi tim kuasa hukumnya, Kanjeng Norman mendatangi Mabes Polri pada Rabu, 4 Januari 2017, sekitar jam 14 30 Wib.

Kanjeng Norman

Kanjeng Norman

Suhadi mengatakan, dugaan penipuan yang dilakukan Gus Joy bermula pada Maret 2014.

Saat itu, menurut Suhadi, Gus Joy berjanji kepada kliennya, Norman, akan membangun masjid jika Norman mewakafkan sebagian tanahnya.

Atas dasar kepercayaan, akhirnya Norman memberikan sebagian tanahnya seluas 1.000 meter persegi kepada Gus Joy.

Namun, kata Suhadi, hingga saat ini Gus Joy belum merealisasikan janjinya tersebut.

“Klien saya punya tanah, Gus janji mau bangun masjid di tanah itu. Tanah sudah dalam penguasaan dia sekitar 1.000 meter, tapi enggak pernah dibangun. Yang lebih parah, masyarakat sudah tahu, bahkan Pak Norman sudah bikin fondasi. Jelas klien saya kehilangan tanah 1.000 meter. Itu yang akan kami tuntut karena ini adalah serangkaian penipuan,” kata Suhadi.

Gus Joy

Gus Joy

Sementara itu, menurut Norman, Gus Joy mengaku memiliki banyak kenalan dari kalangan pengurus pesantren yang bisa membantu pendirian masjid dan berprofesi sebagai pengacara.

Norman mengaku percaya terhadap semua perkataan Gus Joy.

Dia pun sempat membuat yayasan sebagi salah satu syarat pembangunan masjid.

Namun, setelah surat kepemilikan tanah diserahkan, Norman kesulitan untuk menghubungi Gus Joy.

“Selama ini dia menghilang, dihubungi susah juga,” kata Norman.

Berikut ini pernyataan lengkap Suhadi yang diposting oleh Kanjeng Norman di salah satu grup di media sosial Facebook.

Mohon peliputan

Buat teman teman media yg saya hormati, hari ini, tgl. 4 Januari 2017, sekitar jam 14 30 Wib, bertempat di SPK Mabes Polri, Gedung Mentri Kelautan jalan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat, lantai dasar.

Saya selaku kuasa dari Pak Kanjeng Norman hendak membuat Laporan Polisi ke Mabes Polri, sehubungan adanya dugaan penipuan dan penggelapan yg diduga dilakukan oleh GUS JOY, yg kebetulan menjadi saksi Pelapor dalam kasus Ahok.

Awalnya disekitar tahun 2013 Gus Joy yg mengaku orang hebat bertemu dengan Pak Norman guna melanjutkan pembangunan mesjid di atas tanah seluas 1000 M2, yg terletak di wilayah Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kab. Bogor dan dalam perkenalnya dia mengatakan punya banyak relasi serta telah menjadi pengurus pesantren. Maka dia ada minat untuk lanjutin Mesjid dikawasan tanah Pak Norman.

Maka sebagai bentuk tanggung jawab, Pak Norman dengan senang hati memberi tanah tersebut ke Gus Joy, dengan cara Mewakafkan tanah tersebut yg seluas 1000 m2, dengan harapan mesjid yg dikhususkan buat masyarakat luas segera di bangun.

Akan tetapi kenyataannya hingga sekarang ini satu sak semenpun tdk ada.

Sehingga kami anggap ini adalah penipuan yg telah merugikan Pak Norman ( Klien )

Jakarta, 4 Januari 2017

Hormat saya,
Kuasa. ;
C. Suhadi SH MH

 

Komentar Facebook

You Might Also Like