Nasional

GP Ansor Bantah Pernyataan FPI Soal Undangan Pengamanan Bersama di Acara Haul Mbah Zubair

ansor rembang
GP Ansor Rembang (Foto: Facebook)

Berawal dari akun Facebook bernama Front Pembela Islam – FPI yang memosting status: ‘POLISI REMBANG LUCUTI ATRIBUT FPI SECARA PAKSA’.

Dalam postingan dituliskan: “(BREAKINGNEWS] DPD FPI Jateng diundang Pondok Al Anwar Rembang pondoknya Mbah Moen untuk ikut membantu pengamanan acara pondok bersama Banser NU, Tapi di perbatasan Rembang Pagi ini semua atribut FPI disita secara paksa oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh kapolres dengan alasan *dititipkan ke kapolsek. dan kapolres secara arogan bilang: Pengamanan adalah tugas polisi. Saya tidak mau rembang ada atribut FPI. Atribut FPI tidak boleh masuk wilayah Rembang.”

Polisi pun kemudian membantah pernyataan tersebut, dan mengatakan bahwa pihaknya hanya meminta massa beratribut FPI untuk berganti pakaian muslim. (Baca selengkapnya di Geger Pelucutan Atribut FPI oleh Polisi di Rembang, Ini yang Sebenarnya Terjadi)

Bantahan tersebut dikuatkan oleh oleh beredarnya video ketika Kapolres Rembang AKBP Sugiarto meminta anggota FPI menanggalkan atributnya.

Video berdurasi 2 menit 18 detik itu salah satunya di-upload oleh akun YouTube bernama Polda Jateng. Dalam video tersebut, Sugiarto dengan halus meminta FPI Jateng, yang diwakili Rofii, menanggalkan atribut yang mereka bawa.

Namun Rofii bersikukuh dan mengatakan bahwa FPI mendapat undangan resmi untuk melakukan pengamanan bersama di acara acara haul Mbah Zubair, ayahanda KH Maimoen Zubair.

Terkait pernyataan FPI soal undangan pengamanan bersama, pun kemudian dibantah oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang.

Dalam surat pernyataan yang beredar di media sosial, GP Ansor menegaskan bahwa tidak ada undangan untuk FPI, apalagi meminta bantuan pengamanan.

Surat pernyataan yang beratas namakan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Rembang itu juga menyebutkan, pengamanan acara tersebut adalah tugas rutin Banser, dibantu Polri, dan TNI di Kabupaten Rembang.

Berikut pernyataan lengkapnya:

Berkaitan dengan adanya tulisan-tulisan yang beredar di media sosial yang antara lain menyebut bahwa DPD FPI Jateng diundang Pondok Al Anwar Rembang, Pondoknya Mbah Moen untuk ikut membantu pengamanan acara pondok bersama Banser NU, maka dengan ini kami, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang perlu menyampaikan hal-hal guna klarifikasi, sebagai berikut;

1. Bahwa pengamanan acara haul Mbah Zubair, ayahanda KH Maimoen Zubair Sarang, adalah tugas rutin Banser, sebagai khidmah atau pengabdian kepada ulama.

2. Bahwa pengamanan acara haul tersebut dari waktu ke waktu oleh Banser juga merupakan permintaan dari pihak keluarga KH Maimoen Zubair.

3. Bahwa tidak ada pengamanan bersama antara Banser dengan FPI pada acara haul yang dilakukan pada hari Jumat 9 Juni 2017, tetapi pengamanan bersama haul Mbah Zubair yang melibatkan Banser, Polri, dan TNI di Kabupaten Rembang.

4. Bahwa jika FPI memanfaatkan situasi dengan mengaku melakukan pengamanan bersamaa pada acara haul tersebut, maka itu tidak benar alias hoax.

5. Bahwa Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang mendukung upaya-upaya pihak kepolisian dan TNI setempat dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah di Kabupaten Rembang dari tumbuh kembang ormas radikal.

Demikian klarifikasi ini. Terimakasih.

Rembang, 14 Ramadan 1438 / 9 Juni 2017

*Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Rembang*

M Hanies Cholil Barro’ | Ketua

Pujianto | Sekretaris

Zaenal Arifin | Kasatkorcab Banser

 

Artikel Lain