Mancanegara

Dituduh Telah Menista Agama di Facebook, Pria Pakistan Dijatuhi Hukuman Mati

MANCANEGARA – Seorang pria asal Pakistan dijatuhi hukuman mati atas tuduhan menistakan agama. Pria yang diketahui bernama Taimoor Raza itu dianggap telah menghujat Islam lewat media sosial Facebook.

Hakim Shabbir Ahmad Awan menyebut Raza terbukti bersalah. Menurut Jaksa Shafiq Qureshi, kasus penghujatan ini adalah yang pertama kali dilakukan di media sosial.

Kasus bermula ketika Raza beradu argumen mengenai Islam dengan seorang pejabat di Departemen Anti-Terorisme di Facebook. Namun kemudian pejabat itu membawanya ke ranah hukum dan mengajukan tuntutan terhadap Reza berdasarkan komentar yang ada di situs media sosial tersebut.

Sementara kuasa hukum Raza sendiri bersikukuh bahwa kliennya tidak bersalah, dan berencana mengajukan banding.

“Klien saya tidak bersalah. Dan kami akan mengajukan banding atas hukuman ini,” ujar pengacara Raza, Fida Hussain, seperti dilansir dari The Guardian, Minggu (11/6).

Taimoor Raza

Taimoor Raza

Penghujatan bagi muslim Pakistan konservatif adalah tuduhan sensitif. Sebab, hal itu bisa memicu kekacauan dan kekerasan massal, bahkan jika tidak terbukti kebenarannya.

Bulan lalu, akibat segerombolan orang menuduh pria Hindu menghujat karena diduga mengunggah gambar pembakar di media sosial, seorang bocah berusia 10 tahun tewas. Sementara itu, lima orang lainnya juga terluka saat massa menyerang kantor polisi.

Jutaan warga Pakistan telah dikirimkan pesan teks dari pemerintah. Isi pesan itu memperingatkan agar mereka tidak saling berbagi konten online ‘menghujat’. Aktivis hak asasi manusia menyebutkan, konten tersebut bisa mendorong lebih banyak orang untuk main hakim sendiri.

 

Artikel Lain