Ekonomi dan Bisnis

Arab Saudi Cemburu pada Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Qatar?

Qatar

Pesatnya pertumbuhan ekonomi Qatar disinyalir menjadi salah satu penyebab negara tersebut diboikot Liga Arab. Memiliki sumber daya alam besar, ekonomi negara dengan penduduk 2,6 juta jiwa ini meroket tinggi.

“Menurut negara liga Arab lainnya, pergerakannya yang terlalu cepat itu memunculkan kisruh diplomasi di Timur Tengah,” ujar pengamat ekonomi INDEF, Berly Martawardaya, dalam diskusi Populi Center di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/6).

“Emir yang saat ini memimpin sadar, walau cadangan migas Qatar besar, tantangan di masa depan itu adalah inovasi,” tambah Berly.

Pakar politik UIN Jakarta, Ali Munhanif, menambahkan Qatar memanfaatkan keuntungan dari hasil sumber daya alam mereka untuk membangun industri dan pusat keuangan syariah. Perubahan ini membuat Qatar menjadi salah satu raksasa ekonomi di kawasan teluk.

“Qatar adalah satu contoh yang paling tepat bagaimana sebuah negara kecil dengan kemampuan ekonomi luar biasa, mereformasi diri sejak awal. Reformasi ini berhasil, Qatar menjadi negara kecil tapi memiliki pengaruh besar,” katanya.

Hal ini membuat negara-negara teluk lain merasa terancam. Perbedaan pandangan antara negara lain ditambah dengan ancaman dari kekuatan ekonomi, membuat Qatar akhirnya dimusuhi.

“Ini sebenarnya gesekan sudah lama. Cuma kebetulan ditemukanlah pemicunya berupa isu ‘membantu kelompok teroris’ lewat justifikasi dari pidato Donald Trump belum lama kemarin,” kata Ali.

 

MERDEKA.COM

Artikel Lain