Kriminal, Nasional

Akun @TweetParpol Spesialisasi Edit Berita untuk Di-Hoax-kan

Belum lama ini beredar luas di media sosial, sebuah cuplikan layar atau screenshot berita Kompas.com yang telah dimodifikasi disebarkan di media sosial oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Gambar hoax itu kemudian menjadi viral di media sosial. Sejumlah pengguna akun di media sosial lantas menyampaikan pandangan mereka dan mencaci Ahok berdasarkan gambar yang tidak benar itu.

Gambar tersebut diedarkan di Twitter oleh akun @TweetParpol (Akun tersebut sekarang sudah dinnaktifkan oleh pemiliknya). Berikut adalah perbandingan gambar hoax dan gambar asli.

hoax oleh tweetparpol

Gambar berita “hoax”

Kata “niat” adalah kata baru yang ditambahkan oleh penyebar gambar yang telah dimodifikasi ini.

hoax akun tweetparpol

Gambar berita yang asli.

 Judul berita dalam gambar hoax itu adalah “Ahok: Kamu Kira Kami Niat Bangun Masjid, Naikkan Haji Marbut?”

Keji. Judul itu telah dimodifikasi. Penyebaran yang dilakukan melalui akun @TweetParpol pun berpotensi menyulut kebencian dari mereka yang mengira bahwa Ahok benar mengeluarkan pernyataan itu.

Berita yang benar adalah “Ahok: Kamu Kira Kami Bohong Bangun Masjid, Naikkan Haji Marbut?”.

Kata “bohong” pada judul itu diganti menjadi “niat”. Maknanya sama sekali berbeda.

Aslinya, berita tersebut tayang pada Jumat, 14 Oktober 2016. Silakan klik di sini untuk melihat berita itu.

Pengguna akun @TweetParpol yang tidak bertanggung jawab itu juga menyebarkan gambar berita dari sejumlah situs lain, seperti Detik.comdan Merdeka.com yang telah dimodifikasi.

hoax tweetparpol

Suasana politik menjelang pilkada memang tengah memanas. Sejumlah pihak yang kita tidak tahu siapa dengan egoisnya tengah memainkan media sosial demi menyulut sentimen publik semata-mata demi kepentingan mereka.

Baca juga: Polisi Tidak Segan-segan Ciduk Penyebar Hoax di Media Sosial

Bijaklah dalam mengonsumsi informasi di dunia maya. Tanpa akal sehat dan rasionalitas, kita hanya menjadi obyek permainan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Komentar Facebook

You Might Also Like